Produksi Pan Brothers Menyentuh 100 Juta Pieces

Produksi Pan Brothers Menyentuh 100 Juta Pieces

JAKARTA. Produsen garmen dan tekstil PT Pan Brothers Tbk (PBRX) terus meningkatkan kapasitas produksi. Meski ekspansi pabrik synthetic woven tertunda, perusahaan ini tetap menambah produksi garmen lantaran permintaannya terus bertumbuh. Wakil Presiden Direktur PT Pan Brothers Tbk, Anne Patricia Sutanto, mengatakan ekspansi produksi tetap berjalan dengan fokus meningkatkan sales turnover Pan Brothers. “Kami menjalankan efisiensi dan produksi supaya meningkatkan turnover,” ucap dia kepada KONTAN, Rabu (8/8). Apalagi, menurut Anne, permintaan produk Pan Brothers di luar negeri maupun dalam negeri sedang melonjak. “Untuk itu, kami bisa mengatakan bahwa penjualan bakal meningkat 15% pada tahun ini,” ungkap Anne. Mengenai utilitas pabrik saat ini, Anne menyebutkan bahwa kemampuan produksi fasilitas pabrik Pan Brothers sudah full atau mencapai 100%. “Sekarang adalah bagaimana komposisi man power yang ada kami tingkatkan output-nya. Dari hasil tersebut, tentu penjualan diharapkan ikut tumbuh,” ujar Anne. Pada tahun lalu, manajemen Pan Brothers menyebutkan kapasitas produksi pabrik berada di kisaran 90 juta pieces (potong) per tahun.

 

“Sekarang ini sudah sekitar 100 juta pieces per tahun,” kata Anne. Pan Brothers memutuskan untuk menunda pembangunan pabrik synthetic woven dengan mempertimbangkan beberapa faktor. Menurut Anne, rencana ekspansi pabrik masih menunggu stabilitas pasar global. Apalagi tensi politik dan perang dagang masih berlangsung. Kelak, pembangunan pabrik synthetic woven bakal mendukung kinerja Pan Brothers, terutama agar tidak tergantung pada bahan baku impor. Selama ini, porsi impor synthetic woven berkisar antara 70%-80% dari total kebutuhan bahan baku. “Sedangkan dari total material yang kami impor, kontribusinya hampir mencapai 85% dari total kebutuhan,” terang Anne. Menurut Anne, bisa saja perusahaan ini menggunakan bahan baku lokal. Namun, selain belum sepenuhnya lengkap, manajemen Pan Brothers melihat kualitasnya belum sesuai dengan kebutuhan produk garmen pabrikan. Kinerja tumbuh Hingga semester pertama tahun ini, Pan Brothers menyebutkan kinerja keuangannya masih bergerak dalam tren positif. Manajemen Pan Brothers akan merilis laporan keuangan selama paruh pertama tahun ini pada Agustus ini. “Ada pertumbuhan dibandingkan (semester pertama) tahun lalu. Sesuai gambaran kami sekitar 10%,” ujar Anne.

 

Hingga kuartal pertama tahun ini, Pan Brothers mencatatkan penjualan senilai sekitar US$ 107,4 juta. Jumlah ini tumbuh 7,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 100,2 juta. Sebesar 91% berasal dari segmen pasar ekspor. Selama ini, emiten dengan kode saham PBRX di Bursa Efek Indonesia ini mengekspor mayoritas produknya ke Amerika Serikat, yakni mencapai 32% dari total pendapatan atau senilai US$ 31,4 juta. Jumlah tersebut meningkat 6,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari sisi regional, penjualan ke wilayah Eropa mencatatkan pertumbuhan paling tinggi, yakni 78% (yoy) menjadi US$ 24,8 juta. Pada kuartal pertama tahun lalu, Pan Brothers hanya membukukan penjualan senilai US$ 13,9 juta. Sedangkan laba bersihnya US$ 340.235 atau menurun 84,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 2,1 juta. Lantaran mayoritas penjualan Pan Brothers menyasar pasar luar negeri, tren koreksi rupiah terhadap dollar AS belakangan ini berdampak positif bagi kinerja keuangan perusahaan ini. Manajemen Pan Brothers berharap pencapaian tersebut dapat membantu penerimaan devisa hasil ekspor (DHE) serta mengangkat nilai rupiah.