Novel Baswedan Kembali Pimpin Penyidikan Korupsi

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, akan kembali bekerja di lembaga antirasuah tersebut. Menurut juru bicara KPK, Febri Diansyah, Novel akan kembali bertugas di Direktorat Penyidik KPK. Dia mengklaim Novel kembali ke posisi yang sama sebelum menjalani pengobatan dan perawatan selama 16 bulan. “Menjadi kasatgas (kepala satuan tugas) kasus korupsi,” kata Febri melalui pesan pendek, kemarin.

Novel, sebagai penyidik independen KPK, memang kerap memimpin sejumlah penyidikan kasus korupsi dan operasi tangkap tangan. Beberapa kasus besar yang pernah ditanganinya adalah korupsi proyek simulator mengemudi di Kepolisian RI dan proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik di Kementerian Dalam Negeri.

baca juga : http://dixiehistory.org/kelebihan-yang-ada-pada-genset-silent/

Dia juga pernah memimpin sejumlah operasi tangkap tangan berbahaya. Salah satunya adalah operasi tangkap tangan mantan Bupati Buol, Amran Batalipu. Pada saat itu, sejumlah pengawal Amran mencoba melawan, termasuk dengan menabrakkan kendaraan ke Novel dan para penyidik. Menurut Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi, Yudi Purnomo, kembalinya Novel sebagai penyidik KPK akan meningkatkan semangat para karyawan di lembaga antirasuah tersebut. “Kembalinya Novel merupakan energi tambahan bagi pegawai KPK yang rindu sepak terjangnya,” kata Yudi.

Novel harus menjalani pengobatan dan perawatan panjang setelah diserang oleh dua orang tak dikenal, pada 11 April 2017. Dalam peristiwa tersebut, kedua mata Novel mengalami cedera parah akibat disiram air keras. Novel kemudian harus menjalani perawatan intensif dan sejumlah operasi di Singapura hingga Februari lalu.

Di sisi lain, penanganan kasus penyerangan Novel di Kepolisian Daerah Metro Jaya belum juga menunjukkan hasil signifikan. Sejak penyebaran sketsa wajah pelaku, November 2017, polisi masih belum berhasil menemukan dua penyerang Novel. “Belum tertangkapnya pelaku penyiraman Novel serta motif di belakangnya akan menjadi perhatian Wadah Pegawai untuk memastikan keselamatan Novel ketika berangkat, bekerja, dan pulang,” kata Yudi. Istri Novel, Rina Emilda, mengatakan tak ada persiapan khusus yang dilakukan suaminya untuk kembali bekerja di KPK.

Mengenai perawatan kesehatan, sejak perawatan di Singapura, kedua mata Novel harus terus diberikan tetes mata dan salep dalam kurun waktu tertentu. Biasanya, Novel dibantu istri dan kerabatnya untuk melakukannya. Setelah masuk kerja nanti, Novel akan melakukan pengobatan itu sendiri. “Pemberian salep dan pembersihan lensa, insyaallah Novel bisa (sendiri),” ujar Emilda.